IPA Kelas 6 Magnet
Tematik IPA Kelas VI
MAGNET
Magnet adalah benda yang mampu menarik benda – benda disekitarnya. Setiap Magnet memiliki sifat kemagnetan. Kemagnetan adalah kemampuan benda tersebut untuk menarik benda-benda lain disekitarnya. Kata Magnet diambil dari nama daerah di asia yaitu Magnesia, di tempat inilah bangsa Yunani menemukan menemukan sifat magnetik dari bebatuan yang mampu menarik biji besi. Menurut perkiraan ilmuan, Cina merupakan bangsa pertama yang memanfaatkan magnet sebagai penunjuk arah atau kompas.
Magnet hanya menarik benda tertentu yang ada di sekitarnya. Tidak semua jenis benda bisa ditarik oleh magnet meski berada dalam jangkauannya. Gaya magnet dapat menembus benda. Magnet mempunyai dua kutub, yakni kutub utara dan kutub selatan. Medan magnet akan membentuk gaya magnet. Medan magnet akansemakin rapat jika didekatkan dengan magnet. Sifat kemagnetan dapat melemah atau hilang karena hal tertentu,seperti sering jatuh, terbakar, atau lainnya.
Berdasarkan sifat kemagnetannya, jenis bahan magnet secara umum terbagi menjadi dua, yaitu bahan magnetik (feromagnetik)dan bahan nonmagnetik.
Bahan Magnetik (Feromagnetik)
Feromagnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan kuat olehmagnet. Jika benda jenis feromagnetik berada dekat denganmagnet, magnet akan menarik benda tersebut. Selain itu, bendayang termasuk bahan feromagnetik dapat dijadikan suatu magnet.Contoh bahan feromagnetik adalah baja, besi, nikel, dan kobalt.
Bahan Nonmagnetik
Bahan nonmagnetik terbagi atas:
Paramagnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan lemah olehmagnet kuat. Contohnya alumunium, tembaga, platina, dan lain-lain.
Diamagnetik adalah benda yang menolak magnet. Benda ini tidakdapat ditarik sama sekali oleh magnet meski berada sangat dekatdengan magnet yang kuat. Contoh benda diamegnetik adalah emas,seng, merkuri, dan lainnya.
Macam-macam Bentuk Magnet
Magnet batang bentuknya menyerupai batang atau balok atau kubus.
Magnet silinder, menyerupai tabung panjang.
Magnet jarum menyerupai jarum kompas dengan kedua ujung atau kutub magnet yang runcing.
Magnet U (magnet ladam) berbentuk seperti tapal kuda atau serupa dengan huruf U.
Magnet cincin, magnet ini memiliki bentuk bulat menyerupai cincin.
Magnet keping, magnet ini memiliki bentuk menyerupai kepinganlogam.
Secara umum terdapat 5 bentuk tetap magenet, yaitu Magnet Batang, Magnet Silinder, Magnet Jarum, Magnet Cincin, Magnet U (Magnet Ladam). Namun dalam beberapa buku disebutkan juga ada magnet cincin, magnet keping/button.
Cara Membuat Magnet
1. Cara Membuat Magnet dengan Menggosok
Cara membuat magnet yang pertama adalah dengan menggosok. Kamu hanya membutuhkan magnet permanen dan benda yang ingin kamu aliri. Benda yang bisa dialiri magnet adalah benda yang telah memiliki sifat kemagnetan, misalnya besi dan baja. Benda tersebut terdiri atas domain maupun magnet kecil yang disebut dengan magnet elementer.
Caranya adalah dengan menggosokkan magnet permanen pada benda yang ingin kamu jadikan magnet. Gosokkan secara satu arah dengan beraturan. Gerakan yang searah dan beraturan membuat aliran magnet permanen terhadap benda menjadi terpengaruh magnet.
Untuk menentukan kutub utara dan selatan magnet buatan, kamu hanya perlu melihat ujung magnet permanen yang kamu gosokkan. Maka, benda yang kamu gunakan untuk menerima aliran magnet adalah kutub yang berlawanan dengan ujung magnet permanen.
2. Cara Membuat Magnet dengan Elektromagnetik
Cara membuat magnet yang kedua adalah dengan elektromagnetik. Sesuai namanya, elektromagnetik merupakan alternatif membuat magnet dengan cara aliran arus listrik. Sumber listrik yang dapat kamu manfaatkan bisa berupa batu baterai segala ukuran.
Elektromagnetik membutuhkan arus listrik searah atau direct current (DS). Artinya, kamu butuh dua buah batu baterai agar bisa mempraktikkan cara ini. Selain itu, siapkan benda yang ingin kamu ubah menjadi magnet, misalnya paku besi. Siapkan juga kabel kumparan atau kawat besi sebagai perantara aliran.
Pertama, tumpuk dua batu baterai untuk dihubungkan dengan kabel kumparan. Hubungkan kedua ujung kabel dengan kutub positif dan negatif baterai. Jangan lupa untuk mengupas ujung kabel kumparan menggunakan gunting. Selanjutnya, lilitkan kabel pada paku besi. Maka, magnet buatan kamu telah siap digunakan.
Untuk menentukan kutub utara dan selatan magnet buatan, kamu bisa gunakan kaidah tangan kanan. Yaitu dengan menggenggam paku besi tadi pada posisi ibu jari dibuka, sedangkan jari lain tetap menggenggam. Dengan demikian, ibu jari menunjukkan arah kutub utara magnet.
3. Cara Membuat Magnet dengan Induksi
Cara membuat magnet yang ketiga adalah dengan cara induksi. Cara kerja induksi terjadi karena pengaruh gaya magnet pada sebuah benda magnet elementer atau konduktor. Siapkan magnet permanen dengan benda yang ingin kamu ubah menjadi magnet. Letakkan dua benda tersebut secara berdekatan dengan posisi vertikal.
Kemudian, letakkan jarum atau benda lain yang bisa menempel dengan magnet. Pastikan posisi magnet permanen dan konduktor tidak berubah-ubah. Amati gerakan jarum yang telah kamu letakkan di bawah konduktor. Pelan-pelan, jarum tersebut akan menempel pada konduktor.
Namun, jika magnet permanen dijauhkan, secara otomatis konduktor akan kehilangan sifat kemagnetannya. Berbeda ceritanya jika konduktor yang kamu gunakan adalah batang baja. Batang baja masih bisa menarik jarum meski magnet permanen telah dijauhkan.
Komentar
Posting Komentar